Muhammad Ali
![]() |
| Muhammad Ali |
Legenda tinju dunia, lahir
pada 17 januari di Louisville, Kentucky, Amerika.
Nama aslinya adalah Cassius Marcellus Clay Jr. Pada usia dua belas
tahun, dia sudah mulai bertinju di ring amatir. Pada usia delapan belas tahun,
dia telah membukukan rekor 108 kali Olimpiade Roma 1960, dia
berhasil meraih mendali emas kelas berat. Ini adalah puncak prestasinya di
dunia tinju amatir.
Sekembali dari Roma, Clay
mulai merintis kariernya di dunia tinju propesional. Pertarungan pertamanya di
ring propesional dijalaninya pada 29 Oktober 1960 melawan Tunney
Hunsaker, dan dia dinyatakan menang angka. Setelah itu, Clay terus meraih
banyak kemenangan sampai akhir dia berhasil menantang juara dunia kelas berat
yang saat itu berada di tangan Sonny Liston. Pertarungan diadakan
pada 25 Februari 1964 di Florida, Amerika Serikat. Dalam
pertarungan itu Clay berhasil menang KO di ronde ke-7 dan menjadi juara dunia
kelas berat yang baru. Sejak itu dia menyebut dirinya sebagai “ The Greatest “
( yang terbesar ).
Pada 1964, Clay bergabung
dengan Nation of Islam pimpinan Malcolm X, sebuah
organisasi muslim kulit hitam di Amerika. Setelah masuk islam dia mengganti
namanya menjadi Muhammad Ali. Nama inilah yang kemudian lebih
dikenal oleh dunia. Pada Mei 1965, dia menjalani tarung ulang dengan Liston dan
berhasil mempertahankan gelar. Sampai 1967, dia berhasil mempertahankan gelar
sebanyak lima kali.
Pada saat itu Amerika
sedang terlibat dalam Perang Vietnam dan memberlakukan wajib
militer kepada warganya, tidak terkecuali Muhammad Ali. Ali menolak
wajib militer itu karena dia tidak setuju dengan perang tersebut. Ali kemudian
dicopot gelar juaranya dan tidak diperbolehkan bertinju lagi. Namun, atas
bantuan seorang senator yang mengagumi ali, akhirnya dia bisa
tampil lagi dan diperbolehkan bertinju pada 1970. Ali menantang juara dunia
yang waktu itu dipegang oleh Joe Frazier. Pada Maret 1971, Ali
bertarung melawan Frazier di New York, namun dia
dinyatakan kalah angka. Joe Frazier sendiri kemudian
dikalahkan oleh George Foreman pada 1973. pada Januari 1974,
Ali kembali berhadapan dengan Frazier di Madison
Square Garden. Ali berhasil memenagkan pertarungan dan berhal menantang
juara dunia, George Foreman.
Pertarungan Ali dan Foreaman diadakan
pada 1974 di Kinshasa, Zaire, dengan tajuk “ Rumble
In The Jungle “ ( gemuruh di rimba raya ). Pertarungan ini diprakarsai
oleh Idi Amin dan disponsori olah Don King. George
Foreman lebih muda dan lebih kuat dari Ali, namun Ali berhasil
meng-KO-nya pada ronde ke-8. dengan hasil ini, Ali kembali meraih juara dunia
untuk kedua kalinya.
Pada Oktober 1975, Ali
kembali berhadapan dengan Joe Frazier untuk ketiga kalinya.
Pertarungan ini diadakan di Manila dengan tajuk “ Thrilla
In Manila “ dan turut didukung oleh presiden Marcos.
Pertarungan ini sangat dinanti dan disaksikan oleh 28.000 orang dan tujuh ratus
juta penonton TV di seluruh dunia. Ali berhasil menang KO pada ronde ke-14 dan
mempertahankan gelarnya ( pada saat itu pertandingan tinju berlangsung sebanyak
15 ronde ).
Antara tahun 1976-1978, ali
mempertahankan gelar sebanyak enam kali. Ia kemudian dikalahkan oleh Leon
Spinks di Las Vegas, Nevada. Namun pada, 15
Semptember 1978, dia berhasil mengalahkan Spinks di New
Orleans dan merebut gelar juara dunia untuk ketiga kalinya. Ali
mengundurkan diri dari dunia tinju pada 1979, tapi dia kembali lagi dengan
menantang Larry Holmes pada 2 oktober 1980. Ali kalah namun
pada 1981 dia bertarung lagi dengan Trevor Berbick. Dalam
pertarungan ini, Ali kembali kalah sehingga dia memutuskan pensiun dari
dunia tinju.
Pada tahun 1984, Ali
terkena penyakit Parkinson Syndrome yang membuatnya sulit
bicara dan bergerak. Jangankan untuk bertinju, berjalan pun dia harus dipapah.
Meski demikian, Ali justru membuktikan dirinya untuk berbagai kegiatan sosial
dan kemanusiaan. Dia juga mendirikan organisasi Muhammad Ali Parkinson
Research Centre untuk menolong orang-orang yang sakit seperti dirinya.
Ali juga menjadi duta perdamaian PBB untuk berkunjung dan menyampaikan
pesan perdamaian ke Afganisyan dan Korea Utara.
Ali juga pernah ke Irak untuk membantu pembebasan lima belas
orang sandera warga Amerika pada saat terjadinya Perang Teluk I.
Ali juga pernah ke Afrika Selatan untuk menemui dan mendukung Nelson
Mandela yang baru keluar dari penjara. Ali juga pernah mengirimkan
obat-obatan ke Kuba, yang saat itu sedang diembargo. Dia juga
sering membantu orang-orang kelaparan di Meksiko, Maroko,
serta di negara lainnya. Atas berbagai upayanya ini, mamtan presiden Jimmy
Carter menjuluki dia sebagai “ Mr. Internasional Friendship “. Amnesty
Internasional memberinya Achievement Award. Pada tahun
2005 Ali juga mendapat penghargaan sipil yang tertinggi, yatu The
Presidential Medal of Freedom.
Meski banyak penghargaan lain
yang diterima oleh Ali namun gelar yang paling banyak tentu adalah gelar yang
diberikan karena prestasinya di bidang olahraga. BBC memberikan
gelar kepada Ali sebagai “ Sports Personality of The Century “. The
World Sport Award memberikan penghargaan “ World Sportsman of
The Century “. Sport Illustrated dan GQ
Magazine menjulukinya sebagai “ Athlete and Sportsman of The
Century “.
Ali memiliki rekor
bertaarung 56 kali menang, 37 menang KO, dan hanya 5 kali kalah. Ali juga
pernah bertinju di Jakarta pada 20 Oktober 1973 melawan Rud
Lubers. Gaya bertinjunya dikenal dengan istilah “ fly like a
butterfly, sting like a bee “ ( melayang bagaikan kupu-kupu,
menyengatbagaikan lebah ). Dia juga dijuluki sebagai “ Mighty Mouth “
atau si mulut besar karena kebiasaannya sesumbar dan mengejek
lawan. Di masa jayanya, Ali benar-benar menyuguhkam pertarungan yang bermutu
dan menghibur penonton. Kadang dia pura-pura terdesak di pojok ring dan
membiarkan diri dipukuli lawan. Namun pada saat bersamaan, dia justru bicara
dan bercanda dengan penonton di belakangnya. Dia juga suka menari-nari di atas
ring untuk mengejek dan memancing emosi lawan.
Banyak buku, film ( dari
film karum sampai film layar lebar ), bahkan album musik dibuat tentang Ali.
Otobiografinya yang berjudul The Greatest juga pernah diangkat
ke layar lebar. Pada 2005 juga dibuat film berjudul “ Ali “
yang disutradarai Michael Mann dan dibintangi oleh Will
Smith. Film ini juga mendapat penghargaan Oscar. Pada 2005, ali
mendirikan Muhammad Ali Centre di Louisville, Kentucky.
Ali menikah empat kali dan memiliki sembilan anak, tujuh anak perempuan dan dua
anak laki-laki. Salah satu anaknya yang bernama Laila Ali, pada
1999 terjun ke dunia tinju, bahkan berhasil menjadi juara dunia tinju wanita.
Reputasi Ali sebagai
legenda tinju dunia tentu sudah tak diragukaan lagi. Ia dijuluki sebagai The
Greatest of All Time ( yang terbesar sepanjang masa ). Banyak media di
dunia menjulukinya sebagai olahragawan terbesar abad ini. Meski banyak petinju
hebat lain, sseperi Rocky Marciano ( juara kelas berat yang
tak terkalahkan sepanjang kariernya ), Mike Tyson ( juara
dunia termuda di usia 20 tahun ), dan George Foreman ( juara
dunia tertua di usia 45 tahun ), namun nama Ali sepertinya tak tergantikan
lagi. Di samping itu, dia adlah seorang aktivis sosial sekaligus pembawa pesan
perdamaian yang banyak berkunjung ke berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Prestasi-prestasi inilah yang membuat namanya semakin harum dan diingat oleh
banyak orang. Meski sekarang dia sudah tidak mungkin bertinju lagi, namun dunia
akan tetap mengenalnya sebagai seorang legenda hidup dalam dunia olahraga.
![]() |
| Sengatan Ali di ring kerap membuat lawannya K.O. |


Leave a Reply