Category

.:: Daftar Isi ::.

Tuesday, 3 July 2012 in

Muhammad Ali


Muhammad Ali


Legenda tinju dunia, lahir pada 17 januari di LouisvilleKentuckyAmerika. Nama aslinya adalah Cassius Marcellus Clay Jr. Pada usia dua belas tahun, dia sudah mulai bertinju di ring amatir. Pada usia delapan belas tahun, dia telah membukukan rekor 108 kali Olimpiade Roma 1960, dia berhasil meraih mendali emas kelas berat. Ini adalah puncak prestasinya di dunia tinju amatir.

Sekembali dari Roma, Clay mulai merintis kariernya di dunia tinju propesional. Pertarungan pertamanya di ring propesional dijalaninya pada 29 Oktober 1960 melawan Tunney Hunsaker, dan dia dinyatakan menang angka. Setelah itu, Clay terus meraih banyak kemenangan sampai akhir dia berhasil menantang juara dunia kelas berat yang saat itu berada di tangan Sonny Liston. Pertarungan diadakan pada 25 Februari 1964 di Florida, Amerika Serikat. Dalam pertarungan itu Clay berhasil menang KO di ronde ke-7 dan menjadi juara dunia kelas berat yang baru. Sejak itu dia menyebut dirinya sebagai “ The Greatest “ ( yang terbesar ).

Pada 1964, Clay bergabung dengan Nation of Islam pimpinan Malcolm X, sebuah organisasi muslim kulit hitam di Amerika. Setelah masuk islam dia mengganti namanya menjadi Muhammad Ali. Nama inilah yang kemudian lebih dikenal oleh dunia. Pada Mei 1965, dia menjalani tarung ulang dengan Liston dan berhasil mempertahankan gelar. Sampai 1967, dia berhasil mempertahankan gelar sebanyak lima kali.

Pada saat itu Amerika sedang terlibat dalam Perang Vietnam dan memberlakukan wajib militer kepada warganya, tidak terkecuali Muhammad Ali. Ali menolak wajib militer itu karena dia tidak setuju dengan perang tersebut. Ali kemudian dicopot gelar juaranya dan tidak diperbolehkan bertinju lagi. Namun, atas bantuan seorang senator yang mengagumi ali, akhirnya dia bisa tampil lagi dan diperbolehkan bertinju pada 1970. Ali menantang juara dunia yang waktu itu dipegang oleh Joe Frazier. Pada Maret 1971, Ali bertarung melawan Frazier di New York, namun dia dinyatakan kalah angka. Joe Frazier sendiri kemudian dikalahkan oleh George Foreman pada 1973. pada Januari 1974, Ali kembali berhadapan dengan Frazier di Madison Square Garden. Ali berhasil memenagkan pertarungan dan berhal menantang juara dunia, George Foreman.

Pertarungan Ali dan Foreaman diadakan pada 1974 di KinshasaZaire, dengan tajuk “ Rumble In The Jungle “ ( gemuruh di rimba raya ). Pertarungan ini diprakarsai oleh Idi Amin dan disponsori olah Don KingGeorge Foreman lebih muda dan lebih kuat dari Ali, namun Ali berhasil meng-KO-nya pada ronde ke-8. dengan hasil ini, Ali kembali meraih juara dunia untuk kedua kalinya.

Pada Oktober 1975, Ali kembali berhadapan dengan Joe Frazier untuk ketiga kalinya. Pertarungan ini diadakan di Manila dengan tajuk “ Thrilla In Manila “ dan turut didukung oleh presiden Marcos. Pertarungan ini sangat dinanti dan disaksikan oleh 28.000 orang dan tujuh ratus juta penonton TV di seluruh dunia. Ali berhasil menang KO pada ronde ke-14 dan mempertahankan gelarnya ( pada saat itu pertandingan tinju berlangsung sebanyak 15 ronde ).

Antara tahun 1976-1978, ali mempertahankan gelar sebanyak enam kali. Ia kemudian dikalahkan oleh Leon Spinks di Las VegasNevada. Namun pada, 15 Semptember 1978, dia berhasil mengalahkan Spinks di New Orleans dan merebut gelar juara dunia untuk ketiga kalinya. Ali mengundurkan diri dari dunia tinju pada 1979, tapi dia kembali lagi dengan menantang Larry Holmes pada 2 oktober 1980. Ali kalah namun pada 1981 dia bertarung lagi dengan Trevor Berbick. Dalam pertarungan ini, Ali kembali kalah sehingga dia memutuskan pensiun dari dunia tinju.

Pada tahun 1984, Ali terkena penyakit Parkinson Syndrome yang membuatnya sulit bicara dan bergerak. Jangankan untuk bertinju, berjalan pun dia harus dipapah. Meski demikian, Ali justru membuktikan dirinya untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dia juga mendirikan organisasi Muhammad Ali Parkinson Research Centre untuk menolong orang-orang yang sakit seperti dirinya. Ali juga menjadi duta perdamaian PBB untuk berkunjung dan menyampaikan pesan perdamaian ke Afganisyan dan Korea Utara. Ali juga pernah ke Irak untuk membantu pembebasan lima belas orang sandera warga Amerika pada saat terjadinya Perang Teluk I. Ali juga pernah ke Afrika Selatan untuk menemui dan mendukung Nelson Mandela yang baru keluar dari penjara. Ali juga pernah mengirimkan obat-obatan ke Kuba, yang saat itu sedang diembargo. Dia juga sering membantu orang-orang kelaparan di MeksikoMaroko, serta di negara lainnya. Atas berbagai upayanya ini, mamtan presiden Jimmy Carter menjuluki dia sebagai “ Mr. Internasional Friendship “. Amnesty Internasional memberinya Achievement Award. Pada tahun 2005 Ali juga mendapat penghargaan sipil yang tertinggi, yatu The Presidential Medal of Freedom.

Meski banyak penghargaan lain yang diterima oleh Ali namun gelar yang paling banyak tentu adalah gelar yang diberikan karena prestasinya di bidang olahraga. BBC memberikan gelar kepada Ali sebagai “ Sports Personality of The Century “. The World Sport Award memberikan penghargaan “ World Sportsman of The Century “. Sport Illustrated dan GQ Magazine menjulukinya sebagai “ Athlete and Sportsman of The Century “.

Ali memiliki rekor bertaarung 56 kali menang, 37 menang KO, dan hanya 5 kali kalah. Ali juga pernah bertinju di Jakarta pada 20 Oktober 1973 melawan Rud Lubers. Gaya bertinjunya dikenal dengan istilah “ fly like a butterfly, sting like a bee “ ( melayang bagaikan kupu-kupu, menyengatbagaikan lebah ). Dia juga dijuluki sebagai “ Mighty Mouth “ atau si mulut besar karena kebiasaannya sesumbar dan mengejek lawan. Di masa jayanya, Ali benar-benar menyuguhkam pertarungan yang bermutu dan menghibur penonton. Kadang dia pura-pura terdesak di pojok ring dan membiarkan diri dipukuli lawan. Namun pada saat bersamaan, dia justru bicara dan bercanda dengan penonton di belakangnya. Dia juga suka menari-nari di atas ring untuk mengejek dan memancing emosi lawan.

Banyak buku, film ( dari film karum sampai film layar lebar ), bahkan album musik dibuat tentang Ali. Otobiografinya yang berjudul The Greatest juga pernah diangkat ke layar lebar. Pada 2005 juga dibuat film berjudul “ Ali “ yang disutradarai Michael Mann dan dibintangi oleh Will Smith. Film ini juga mendapat penghargaan Oscar. Pada 2005, ali mendirikan Muhammad Ali Centre di LouisvilleKentucky. Ali menikah empat kali dan memiliki sembilan anak, tujuh anak perempuan dan dua anak laki-laki. Salah satu anaknya yang bernama Laila Ali, pada 1999 terjun ke dunia tinju, bahkan berhasil menjadi juara dunia tinju wanita.

Reputasi Ali sebagai legenda tinju dunia tentu sudah tak diragukaan lagi. Ia dijuluki sebagai The Greatest of All Time ( yang terbesar sepanjang masa ). Banyak media di dunia menjulukinya sebagai olahragawan terbesar abad ini. Meski banyak petinju hebat lain, sseperi Rocky Marciano ( juara kelas berat yang tak terkalahkan sepanjang kariernya ), Mike Tyson ( juara dunia termuda di usia 20 tahun ), dan George Foreman ( juara dunia tertua di usia 45 tahun ), namun nama Ali sepertinya tak tergantikan lagi. Di samping itu, dia adlah seorang aktivis sosial sekaligus pembawa pesan perdamaian yang banyak berkunjung ke berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Prestasi-prestasi inilah yang membuat namanya semakin harum dan diingat oleh banyak orang. Meski sekarang dia sudah tidak mungkin bertinju lagi, namun dunia akan tetap mengenalnya sebagai seorang legenda hidup dalam dunia olahraga.

Sengatan Ali di ring kerap membuat lawannya K.O.

Leave a Reply