Category

.:: Daftar Isi ::.

Tuesday, 3 July 2012 in

George Stephenson


" Bapak Kereta Api " George Stephenson.


Selain bus, taxi, angkutan umum di darat yang terkenal dan sering dipakai banyak orang adalah kereta api. Meski kasus kecelakaan kereta api cukup banyak dan menewaskan banyak korban jiwa, namun angkutan umum jenis ini masih diminati banyak orang. Mungkin banyaknya orang yang menggunakan angkutan umum jenis ini karena, harga yang relatif murah dan kecepatan akses untuk sampai ke tujuan. Lalu siapakah orang yang berjasa menciptakan alat transportasi semacam ini ? Beliau adalah George Stephenson.

George Stephenson yang dijuluki “ Bapak Kereta Api “  lahir di Wylam, dekat NewcastleInggris di tanggal 9 Juni 1781. Beliau lahir dari keluarga yang kurang mampu. Hal ini membuat Stephenson kecil, yang saat itu berumur 8 tahun harus banting tulang membantu ayahnya bekerja sebagai tukang pengatur api, dan memanasi tungku uap tambang batu bara. Bahkan, saat umur Stephenson menginjak 19 tahun, beliau baru dapat mengenyam sekolah dasar.

Saat terjadi perang antara Inggris dan Perancis di tahun 1789, membuat situasi gawat yang menjadikan informasi begitu penting dan genting. Tapi sayang, informasi tersebut tidak mudah diperoleh. Hanya ada media cetak yang mengabarkan informasi-informasi tersebut melalui tulisan.  Hal ini membuat Stephenson yang buta huruf menjadi penasaran akan tulisan-tulisan tersebut dan mendorongnya untuk belajar membaca di sekolah malam dekat tambang. Inilah awal beliau terbebas dari belenggu buta huruf. 

Stephenson sempat mendapat pekerjaan sebagai tukang rem kereta batu bara. Kemudian beliau menikahi seorang pembantu rumah tangga bernama Frances Henderson. Kehidupan Stephenson setelah menikah tidak juga berubah, tetapi sangat memprihatinkan. Stephenson pun sampai harus putar otak untuk mencari pekerjaan tambahan sebagai penjahit, tukang lampu, dan tukang sepatu.

Stephenson yang masa kecilnya dihabiskan di tambang batu bara sebagai tukang pengatur api dan pemanas tungku uap, mencoba mendalami seluk beluk mesin uap, sesuatu yang akrab dengannya sejak kecil. Akhirnya, Stephenson berhasil menjadi satu-satunya ahli mesin di seluruh tambang di Killingworth

Pengalaman dan pengetahuan akan dunia permesinan mendorongnya untuk membuat lokomotif di tahun 1814 yang beliau beri nama Blucher. Pada 1821, beliau membuat mesin uap baru bernama Locomotion, yang sempat membuat kegemparan saat itu, karena dapat menghela gerbong-gerbong berisi manusia dan barang dengan kecepatan 32 kilometer per jam. Sejak itu, mesin penghela kereta di atas rel disebut lokomotif.

Tidak puas hanya dengan membuat lokomotif, Stephenson berhasil membuat kereta batu bara dari Stockton ke Darlington pada tahun 1821-1825. Sementara kereta pertama di dunia yang mengangkut penumpang dibuatnya di tanggal 15 September 1830, yang menghubungkan Kota Liverpool dan Manchester, dengan panjang rel 64 kilometer. Julukan “ Bapak Kereta Api “ pun diberikan pada George Stephenson atas jasanya membuat kereta api.

Penemuan semacam inilah yang membuat Stephenson menjadi seorang jutawan. Ia juga diangkat sebagai Presiden Institut Teknologi Mesin. Ternyata anaknya yang bernama Robert Stephenson mengikuti jejak sang ayah. Robert juga dikenal sebagai orang yang membangun kereta api di JermanSwissKanadaMesir, dan India. Selain itu, Robert juga ikut membangun lok kereta api, yang kemudian benda itu akrab disebut dengan Pocket.

Tanggal 12 Agustus 1848, George Stephenson meninggal dunia di usianya yang ke 67 tahun, beliau meninggal di rumahnya dekat Chesterfield. Selain menemukan lokomotif dan kereta api, George Stephenson juga telah menemukan jam weker, lampu nelayan, dan lampu tambang.

Lokomotif ciptaan George Stephenson.

Leave a Reply